ACTIVE LEARNING/ PEMBELAJARAN AKTIF

by. OLEH RUHYANA, (Student  of Education Tecknology In UIKA Bogor)

Pembelajaran aktif atau yang dikenal dengan Active Learning sering kali hampir semua praktisi pendidikan mengaku sudah melakukannya. Akan tetapi pada realitasnya guru sebagai pelaku fasilitator pendidikan sering kali menyediakan bahan tayangan yang sangat menarik dengan desain yang ok untuk peserta didik, akan tetapi keaktifan peserta didik masih dirasakan kurang optimal, apalagi sampai tataran maksimal. Begitupula sering kali kita lupa bahwa dikatakan peserta didik melakukan pembelajaran atau proses belajar jika terjadi perubahan perilaku peseta didik ke arah yang lebih baik yang disebabkan karena pembelajaran berlangsung secara disengaja.

20160523_093236

Oleh karena itu maka pada kesempatan ini, kami menuliskan beberapa temuan kami tenang pembelajaran aktif secara sekilas, apa dan bagaimana pembelajaranaktif dapat dilakukan peserta didik di kelas?

Pembelajaran aktif  adalah  suatu kegiatan pembelajaran dimana terdapat keterlibatan pelajar dalam melakukan kegiatan dan memikirkan apa yang sedang dilakukan. Pembelajaran aktif secara tidak langsung menganjurkan untuk menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran supaya lebih menyenangkan dan mudah diterima. Hal ini harus diperhatikan mengingat cara belajar dan memahami setiap orang berbeda, namun dalam belajar siswa didik harus aktif untuk menggali pengetahuan.(   A.Y. Soegeng: 2012 )

Karakteristik pembelajaran aktif menurut  Bonwell, setidaknya dalam proses pmebelajaran ada beberapa karakterristik yang harus tergambar dan muncul ketika pembelajaran berlangsung yaitu sebagai berikut: :

  1. Pengembangan keterampilan, pemikiran dan daya analisis yang menjadi tujuan utama bukan penyampaian informasi yang dilakukan pengajar.
  2. Mengerjakan tugas yang berkaitan dengan materi lebih baik supaya siswa tidak menjadi pasif.
  3. Eksplorasi nilai dan sikap yang dimiliki siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.
  4. Menekankan daya berpikir yang kritis, analisis, dan mampu memberikan evaluasi.
  5. Terjadinya umpan balik lebih cepat terjadi pada proses pembelajaran.

20160523_113944

Sedangkan srategi pembelajaran aktif dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut:

  1. Siswa menjadi pusat perhatian  dengan lebih mengeksplor kemampuan peserta didik, bukan kemampuan gurunya.
  2. Dalam pembahasan  materi kaitkan dengan kondisi kenyataan (real condition)
  3. Bertindak cermat melalui deferensiasi. Melalui tindakan ini bila terdapat siswa yang belum memiliki kepintaran dan kecermatan yang diinginkan akan lebih cepat terdeteksi dan mampu bertindak cermat.
  4. Media menjadi sarana belajar yang fungsional, selagi  menjadi penghubung komunikasi yang menyampaikan pesan untuk dilakukan  analisis dan daya kritis serta menjadi pembantu (tool ) untuk pemberi pesan kepada pengguna media tersebut.
  5. Pembelajan aktif sejatinya dapat dilakukan pada setiap jenjang pendidikan. Tinggal meningkatkan kemampuan tenaga pengajar agar dapat mencapai tujuan yang telah diinginkan.

DSC_0330Mel Silberman  dalam buku 101 Strategi Pembelajaran aktif mengembangkan beberapa ajaran Konfusius yang dikenal dengan Kredo Pembelajaran aktif sebagai berikut:

  • Apa yang aku dengar, aku lupa
  • Apa yang aku dengar dan lihat, aku mengingatnya sedikit
  • Apa yang aku dengar, lihat dan tanyakan kepada atau diskusikan dengan orang lain, aku mulai memahaminya
  • Apa yang aku dengar, lihat, dikusikan dan lakukan, memberiku pengetahuan dan keterampilan
  • Apa yang aku ajarkan kepada orang lain, aku menguasainya..

Diantara beberapahal berikut terkait dengan kontruksi dalam pembelajaran aktif agar peserta didik benar-benar melakukan aktivitas pembelajaran sehingga terjadi perubahan perilaku baik perilaku kognitif, afektif atau psikomotornya:

  1. Tata letak untuk ruang kelas bisa bentuk U, gaya team, meja konferensi, lingkaran, Kelompok dalam Kelompok, tempat kerja, pengelompokan tersebar, susunan tanda pangkat, ruang kelas tradisional, audotorium. Tata letak ini sangat tergantung kebutuhan dan keluwesan peserta dalam melakukan aktivitas baik bergerak, bereksplorasi pengetahuan antar mereka atau mereka mendiskusikannya.
  2. Memancing partisipasi peserta didik setiap waktu dengan cara: diskusi terbuka, kartu tanggapan, jajak pendapat, dikusi subkelompok, parter belajar, Cambuk, panel, fishbowl, permainan dan menunjuk pembicara berikutnya.
  3. Mengembangkan tugas untuk partenr belajar dengan cara mendiskusikan, mewawancarai, mengkritik,mengajukan pertanyaan, merangkum, membuat, ,menganalisis, ,melakukan tes, menjawab dan membandingkan.20151119_145213
  4. Memperbaiki cara berceramah ketika pembelajaran dengan cara membangun minat peserta didik melalui cerita pancingan atau gambar menarik, menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan, dengan cara memaksimalkan pemahaman dan ingatan melalui judul besar, contoh dan analogi, alat bantu visual, dengan cara melibatkan peserta didik selama ceramah melalui tantangan kecil, latihan pendukung, dan dengan cara memperkuat ceramah melalui penerapa masalah dan tinjauan peserta didik.
  5. Menetukan strategi pembentukan kelompok belajar dengan cara: kartu pengelompokan, puzzle, mencari teman dan keluarga fiksi terkenal, label nama. Hari lahir, Kartu Remi, Mengambil Angka, rasa permen,memilih benda yang sama, dan menteri peserta didik.
  6. Memfasilitasi ketika melakukan diskusi dengan cara : mengungkapkan kembali, mencocokkan, memuji, menguraikan, menyemangati, menyatakan tidak sependapat, menengahi, mengggabungkan, mengubah dan merangkum.
  7. Memfasikitasi peserta didik dalam aktivitas belajar berdasarkan pengalaman dengan cara: menjelaskan tujuan, Menjelaskan manfaatnya, berbicara dengan pelan ketika memberikan petunjuk, mendemonstrasikan aktivitasnya jika petunjuknya rumit, membangi peserta didik menjadi sub kelompok sebelum memberikan petunjuk lebih lanjut, memberitahukan waktu yang tersedia, Menjaga aktivitas terus berlangsung, memberikan tantangan kepada peserta didik, selalu mendiskusikan aktivitasnya, dan dengan hati-hati menyusun pengalaman pertama yang sedang diproses.
  8. Menentuka pilihan untuk permainan peran dengan cara bentuk naskah melalui bentuk bebas, terarah, semi terarah, tayangan kehidupan,  dan dramatisasi bacaan, Sedangkan format perannya bisa dalam bentuk simultan, model panggung, bergilir, pemain yang berlainan, dan pengulangan.
  9. Menghemat waktu pembelajaran dengan cara: memulai tepat waktu, berikan instruksi yang jelas, siapkan informasi visual sebelum pelajaran dimulai, bagikan handout secara cepat, perrcepat laporan dari subkelompok, jangan biarkan diskusi berlarut-larut, dapatkan sukarelawan dengan cepat, persiapkan diri mengahadpi kelompok yang bosa atau malas-malasan, percepatlah proses aktivitas dari waktu ke-waktu, dan pancinglah perhatikan peserta didik dengan cepat.850636451_89972
  10. Segera melakukan intervensi pembelajaran ketikam peserta didik sulit diatur dengan cara: memberi isyarat non-verbal, mendengarkan secara aktif, memberi giliran kepada orang lain, memberikan aturan keparrtisipasian, mengunakian humor yang santun, menjalin hubungan personal, mengubah metode berpartisipasi, mengabaikan perilaku yang tidak terlalu mengganggu, mendiskusikan perilaku yang sangatb negatif secara pribadi, dan memasukan ke dalam hati kesulitan yang dialami.

Demikianlah sekelumit tentang pembelajaran aktif , semoga bermanfaat. Wallahu A’lam bish-Showab.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s