AUSTRALIA : PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI KEMASYARAKATAN

Bogor, 31 Desember 2015

by OLEH RUHYANA

20151123_203311

Pengalaman berharga  yang dapat kita ambil dari masyarakat Austalia bagaimana mereka menjaga kebersihan lingkungan? Salah satunya Kami menelusuri Sunga Yarra  sebuah sungai yang masuk ke Kota Melbourne. Ada  beberapa pembelajaran berharga dari lingkungan sungai sebagai kebanggaan masyarakat Melbourne dan menjadi destinasi wisata di Australia. Sungai menjadi pusat kota dengan bentuk bangunan kebanggan Australia menghadap ke Sungai, sungai bersih, airnya bening, restoraan di pinggir sungai dan dibangun jalan-jalan serta dihiasi dengan taman-taman kota sepanjang sungai tersebut, bahkan stasiun kereta dan pusat perekonomian dibangun di sepanjang sungai Yarra tersebut.

Belajar dari salah satu indikator kebersihan lingkungan sungai, sok pasti mereka bagaimana mengelola limbah Industri dan limbah rumah tangga, bagaimana pembelajaran nilai-nilai kebersihan lingkungan yang diterapkan dari lingkungan sekolah? inilah yang menjadi salahsatu pertanyaan buat saya yang berkunjung ke negeri kangguru ini sambil meneliti pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas?

20151122_141757

Selain sungai yang begitu bersih tanpa polusi, kami juga sambil jalan-jalan menemani sohib pada belanja ke pasar tradisional tepatnya di Victorian Market. Di pasar ini begitu luas, tertata dengan baik tanpa menggunakan ruangan-ruangan blok  pembatas. Pasar tak jauh dengan tempat parkiran yang dibatasi garis-garis putih namun atapnya mirip lapangan bulu tangkis di negeri kita. Lorong-lorong dalam pasar cukup luas dan yang luar biasa kami tidak menemukan sampah secuilpun, walaupun pas lorong sayur mayur yang kerapkali kalo di kita sampah potongan sayuran ada dimana-mana sehingga masyarakat enggan datang ke pasar tradisional. Perilaku pedagang pun memberikan kesan baik, dimana tidak ditemukan pedagang yang menggiring ke bloknya, jika ada yang datang baru mereka layani dengan sopan, jika tidak jadi calon pembeli merapikan barang  seperti semula dan mengatakan I’m Sorry. Sebuah perilaku yang sangat berharga dan terbentuk dari proses yang lama tentunya.

Berangkat dari  pengalaman tersebut, maka kami mencoba mendatangi sekolah-sekolah di Adelaide dan Melbourne, bagaimana peserta didik melakukan pembelajaran terkait nilai-nilai yang tertanam dalam perilaku mereka salahsatunya berperilaku menjaga kebersihan lingkungan dimanapun mereka berada terutama di sekolah.

Ternyata saya menemukan jawabannya, bahwa sekolah menanamkan budaya bersih, saling menghargai antar peserta didik sejak dini. Hal ini dapat terlihat jika mereka belajar berbeda kelas mereka tidak saling menggangu bahkan saling mendukung dan kooperatif learning nampak sekali di sini. Sedangkan urusan sampah mereka malu membuang sampah sembarangan, lebih baik menyimpan sampah di saku celana sebelum ketemu tempat sampah yang disediakan. Budaya malu tertanam di sini. Tapi jangan salah juga saya menemukan sampah tanaman bertaburan di suatu tempat, pas diteliti itu ada unsur kesengajaan agar menjadi pupuk di tempat lahan yang akan dijadikan lahan tanaman sayuran sebagai kegiatan gardening buat siswa-siswi di sana.

20151124_105229Selain dalam sikap dan perilaku kebesihan menjadi salah satu point pendidikan yang penting di sekolah, simbol-simbol pesan kebersihan nampak hadir di setiap sudut tempat berkumpul peserta didik. Intinya pesan-pesan moral kebaikan dan yang positif selalu hadir dimana mata dan perasaan peserta didik selalu ingat dan nampak di panca indera mereka. Jika anak melakukan tindakan yang kurang ethis, menurut salah seorang guru ( pak Made  dari Indonesia ) anak tersebut digiring untuk melihat nilai-nilai yang disepakati bersama  dan dipampang dalam setiap sudut lingkungan sekolah.

Hal ini menggambarkan bagaimana sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai positif untuk menjadi warga negara yang baik dikemudian hari dan dimulai di sekolah. Karena jika pendidikan kita tidak menanamkan nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai positif bagaimana jadinya ketika menjadi warga negara akan baik? Nilai islami pun harus dibentuk dan diinternalisasikan sejak dini, seperti budaya ketaatan, ketertiban, bersih, saling menghargai, tolong menolong, peduli sesama, membantu tanpa pamrih dan sebagainya harus dimulai dari dunia pendidikan yang terpotret dalam pembelajaran di kelas, di lingkungan sekolah, sok pasti sebesar apapun yang terjadi di masyarakat saat ini pendidikan akan merubah semua di masa depan, dimana generasi muslim yang memiliki segudang keyakinan, perbuatan dan perasaan yang sangat islami dan mengutamakan kepentingan umum.

Referensi:

1. The Experiences in Melborne School (Poin Cook & Baden Powel College)

2. The experinces  in Adelaide School ( Woodvile High School and Linden Park  Primary School).

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s