KURIKULUM 2013: BIMTEK IMPLEMENTASI SMP KAB. BOGOR

Bogor, 4 Januari 2013

Kurikulum 2013 yang sedang gencar dilakukan implementasi di tataran guru pada tahun 2013 sudah mulai dilakukan.100_2092 Terutama sasaran utamanya adalag para guru yang akan menjadi ujung tombak sukses tidaknya kurikulum 2013 yang digagas pemerintah dalam memperbaiki sistem penddidikan di negeri ini. Karena secara pengalaman merubah kebiasaan saja dari sekecil mungkin sering kali kesulitan dalam praktinya, mudah dikatakannya tetapi susah diaplikasikannya. Begitu juga perubahan kurikulum 2013 yang pada intinya ada 4 standar yang dari 8 standar pendidikan  yaitu sandar kompetensi lulusan (SKL), Standar Isi, Standar Proses,  dan Standar Penilaian. Perubahan 4 standar tersebut harus diaplikasikan guru dalam penanganan pembelajaran yang berlangsung di sekolah.

100_2106 Untuk mensukseskan Implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan agama Islam di Tingkat SMP, telah dilakukan Bimbingan Teknis Implementasi kurikulum 2013 oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI ) SMP Kabupaten Bogor yang didanai oleh Pemerintah melalui Dana Bansos Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat yang dimotori oleh Kepala Bidang PAIS, Drs. H. Abu Bakar Sidik, M.Ag.100_2217 Kegiatan Bimbinan Teknis Impementasi Kurikulum 2013 berlangsung selama 3 hari di Wisma Tugu  dan Graha Transportasi Cisarua Bogor dengan sasaran utama guru PAI SMP, SD, SMA, SMK Kabupaten Bogor. Guru PAI SMP yang menjadi peserta pada bimtek tersebut sejumlah 100 orang dari sekolah pengembangan yang menjadi sasaran implementasi kurnas 2013.

 

100_2114 Kegiatan Bimtek Implementasi ini di Jawa Barat termasuk kegiatan yang dilakukan di awal kegiatan. Narasumber berasal dari team Provinsi Jawa Barat yang telah lulus mengikuti TOT Kurnas sebagai instruktur baik dari unsur dosen, widiyaiswara, pengawas, maupun dari guru PAI. Instruktur ini dikomandoi oleh widiya iswara Drs. Muaripin, M.Ag dan Drs. Suhri Nasution, M.Pd.  

100_2150 Implementasi Kurnas 2013 ini diharapkan outputnya GPAI dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam sesuai dengan tanggung jawab yang diampu guru di sekolah masing-masing terutama pada proses pembelajaran, dan penilaian yang pada ujungnya dituliskan di Raport Peserta didik.100_2111 Proses yang terjai bukan apa yang dihasilkan dalam ulangan harian, tengah semester dan akhir semester, akan tetapi lebih luas, dimana proses yang dilakukan peserta didik baik di dalam kelas, lingkungan sekolah maupun di luar sekolah dalam kurun waktu tertentu akan menjadi penilaian yang direkam guru. Kegiatan di luar sekolah seperti prestasi yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan dapat direkam peserta didik melalui penilaian portopolio peserta didik yang dutulis dalam kurun satu semester dengan cara guru di awal semester memberikan format penilaian portopolio, begitu pula kegiatan keagamaan yang dapat dilakukan siswa berupa tugas proyek dilakukan sejak awal semester, ditagih di tengah semster dan diakumulasikan di akhir semester.

100_2144 Sedangkan proses pembelajaran keagamaan yang lain bisa berupa pembiasaan kultur keagamaan di sekolah yang diciptakan bersama guru mata pelajaran lainnya, karena pada kurikulum 2013 semua mata pelajaran memiliki Kompetensi Inti yang sama yaitu Kompetensi Sikap Spiritual ( KI-1),  Kompetensi Sikap Sosial ( KI-2), KOmpetensi Pengetahuan ( KI-3) dan Kompetensi keterampilan ( KI-4). 100_2128 Sehingga GPAI harus kreatif membangun pembiasaan keagamaan yang dapat dilakukan peserta didik di sekolah dan di luar sekolah yang dapat direkam oleh semua guru di sekolah tersebut. Hal ini sesuai dengan moto kurikulum 2013, siapapun gurunya, dan mata pelajaran apaun yang diajarkannya harus menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi sikap taat beragama, memiliki sikap sosial yang baik, memiliki pengetahuan dan keterampilan. Jika salah satunya tidak terpenuhi maka peserta didik secara sah tidak naik kelas.

100_2193 Dalam bimtek ini, GPAI lebih diarahkan mengimplementasikan teknik melakukan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang meliputi proses peserta didik melakukan pengamatan, bertanya, bereksperimen, mengumpulkan informasi ( asosiasi), dan melakukan komunikasi. Hal ini harus muncul dalam proses pembelajaran terutama terprogram dalam bentuk RPP di kegiatan inti. Ini dipraktikkan secara langsung oleh peserta bimtek dalam bentuk peerteaching, analisis pembelajaran dan analisis SKL, KI, KD, buku guru dan buku siswa.

100_2167 Proses yang dilakukan peserta bimtek menjadi proses penilaian yang dilakukan oleh team panitia dan instruktur, seperti nampak pada gambar di samping, Abdul Mufid dan Aid Wizdan Alfaid, Hilman Sopyan, dan Tajudin  sedang merekap nilai proses peserta. Peserta dinilai sejak pembukaan sampai penutupan dengan mengakumulasi nilai hasil  pretes, postes dan proses selama bimtek.

100_2160 Sedangkan proses penilaian, peserta terlibat secara langsung dalam penilaian otentik selama proses bimtek, dari mulai keaktifan dalam diskusi, sikap, kedisiplinan, kerapihan, keberanian mengeluarkan pendapat serta segala aktivitas yang dilakukan selama bimtek.  Seperti pengisian format analisis SKL, Anailisis KI, KD, analisis buku guru dan buku siswa, analisis RPP, menilai RPP kawan sekelompok, penilaian antar teman, penilaian peerteaching peseta lain, membuat instrumen tampilan dan yang berkaitan dengan penilaian otentik. Sehingga peserta bimtek dalam pembelajaran di kelas dapat menerapkan penilaian otentik terhadap peserta didiknya.

IMG_4972 Kegiatan bimtek ini ditutup pada hari ketiga oleh Kasi PAIS Kemenag Kab. Bogor  O Dadan Farid, M.Pd dengan melakukan evaluasi dan penentuan Rencana Tindak Lanjut yang dapat dilakukan peserta sepulang dari Bimtek. Kegiatan selama 3 hari tentunya tidak bisa memenuhi secara maksimal penguasaan peserta dalam kurikulum 2013, akan tetapi dalam praktik pembelajaran sudah bisa diterapkan sejak dini  seperti proses pendekatan saintifik dalam pembelajaran, penilain otentik dan jauh lebih baik jika sudah mampu membangun kultur keagamaan di sekolah.

Selamat menerapkan kurikulum 2013 dan mencoba untuk memperbaiki kurikulum yang selama ini dirasa kurang memuaskan pelaku pendidikan. Keberanian merubah diri dalam mindset pendidikan merupakan langkah awal untuk memperbaiki pendidikan yang setiap saat mengalami perubahan. Karena menjadi pendidik harus selalu mengikuti perubahan, karena bidang pendidikan selalu mengalami perubahan  setiap saat.

Kontributor : Oleh Ruhyana :

Jika punya tulisan silahkan kirim ke : olehruhyana@yahoo.co.id

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s