PENDIDIKAN AGAMA YANG LAPANG

Bogor, Cileungsi 10 Oktober 2013

CIMG0275

MGMP PAI SMP Kabupaten Bogor telah mengadakan “Pelatihan dan Training Pendidikan Agama yang berkebhinekaan, Kemanusiaan dan Kelapangan” bekerjasama antara ICRP dan Yayasan Cahaya Guru untuk guru pendidikan agama Islam Jabodetabek.

Peserta pada pelatihan ini berjumlah 30 orang guru Pendidikan Agama Islam terutama yang berada di kawasan Timur Kabupaten Bogor (Gugus Timur) dari kecamatan Cileungsi, Klapanunggal, Gunung Putri, Jonggol, Cariu, Sukamakmur, dan Tanjungsari. Peserta diajak melakukan pelatihan bagaimana melakukan praktik pendidikan agama yang bersifat lapang, menghargai perbedaan yang ada pada peserta didik dan bagaimana membangun sikap empati pada setiap peserta didik.

Dalam pelatihan ini, nampak beberapa pengurus MGMP PAI SMPKabupaten Bogor, Oleh Ruhyana dan kawan-kawan serta pengurus Gugus Timur Drs. Syafrudin. Sedangkan yang menjadi narasumber berasal dari Yayasan Cahaya Guru Heni Supolo CS, dan Team ICRP M. Moerib CS.

CIMG0285

Dalam pelatihan ini guru agama sharing dalam pembelajaran bagaimana membangun sikap empati pada peserta didik. Guru praktik langsung dalam waktu 60 detik pertama pembelajaran dengan mengarahkan peserta didik keluar dari tempat duduknya untuk melakukan komunikasi, bersalaman sebanyak mungkin, melakukan jabat tangan dengan erat, menatap mata dengan hangat dan keakraban, memberikan senyuman termanis,menyebutkan nama dengan jelas sebelum ditanya dan memuji tampilan fisik kawan yang sedang diajak bicara. Ini kedengarannya sepele, akan tetapi memiliki arti yang luar biasa, serta memiliki dampak pembentukan karakter pada setiap jiwa peserta didik.

Dalam pelatihan ini juga guru diajak mempraktikkan bagaimana membangun motivasi peserta didik, menerapkan konsentrasi pembelajaran, membangun sikap saling menghargai perbedaan antar peserta didik, merangkul peserta didik yang yang merasa teralienasi, serta membuat kesepakatan dengan peserta didik dengan membudayakan kata maaf, tolong dan terima kasih.

CIMG0294

Pada sesi akhir peserta diajak untuk sharing menghargai perbedaan dalam mengklaim kebenaran tanpa harus melakukan kekerasan. Bagaimana membangun sikap santun dalam perbedaan yang ada di dalam khilafiyah, perbedaan keyakinan, serta bagaimana membangun keimanan pada peserta didik di era globalisasi yang semakin liberal dalam praktik dan pemikiran. Guru agama diajak membedakan mana yang disebut syari’ah, fiqih, dan kepentingan bisnis yang dibalut dengan religiusitas dengan mengatasnamakan agama.

Leave a comment

Filed under pelatihan guru agama, pendidikan agama kebhinekaan, pendidikan agama yang lapang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s