Monthly Archives: April 2013

PENTAS PAI KAB. BOGOR 2013

Bogor, 27 April 2013

PANITIA

PEKAN KETERAMPILAN DAN SENI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PENTAS PAI-VI SMP

MEMBENTUK INSAN YANG KOMPETITIF DAN BERKARAKTER ISLAMI

MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP

Sekretariat: SMPN 1 Megamendung Jl. Pasirangin Cipayung Megamendung Kab. Bogor Telp. (0251) 8257426 Kodepos 16750, email:http:// mgmppaismpkabogor@gmail.com, blogs: https://pendidikanislamyes.wordpress.com

clip_image001

Ketentuan Umum :

  1. Waktu dan Tempat :

Waktu : Sabtu,

Tanggal : 11 Mei 2013

Pukul : 08.00 s/d selesai

Tempat : Kampus Pendidikan Citra Nusa

Jl. Karadenan Cibinong Kabupaten Bogor

 

B. Memperebutkan :

1. Piala Kemenag Kab. Bogor

2.Piala –piala lain

3. Piagam Penghargaan

4. Sertifikat untuk mengikuti ke Tingkat Provinsi Jawa Barat

7. Door Prize peserta

 

  1. Jenis Lomba :

Tingkat SMP :

1. Lomba Cerdas Cermat Pendidikan Agama Islam/ grup ( 3 orang )

2. Musabaqah Hifzil ( MHQ) putra/putri

3. Lomba Ceramah Islam (Putra/ Putri )

4. Musabaqah Tilawatil Qur’an ( Putra dan Putri ) sudah dilombakan

  1. Tempat Pendaftaran :

1. SMP Plus Citra Nusa Cibinong, : Hilman Sofyan,S.Th.I ( 085210507565/02187916910)

2. mgmppaismpkabogor@gmail.com

3. SMPN 1 Megamendung : Oleh Ruhyana,M.Ag (0251) 8257426 /085697955143

4. SMPN 1 Cigombong : Maulana Rahman Firdaus, M.Pd.I (081314996846)

  1. PersyaratanPeserta:

1. Siswa/siswikelas VII atau VIII Negeri/Swasta yang dinyatakandengansuratketeranganolehkepalasekolah.

2. MengisiFormulirPendaftaran

3. MembayarbiayapendaftaranRp. 150.000 / persekolah

4. Mematuhiketentuan yang dikeluarkanolehpanitia.

  1. Agenda Kegiatan.

Pendaftaranpeserta : Tanggal 25 April s/d 10 Mei 2013

Teckhnical Meeting : Sabtu, 11Mei 2013

Di Aula Citra Nusa Cibinong jam 07.00 s/d selesaiataudisampaikan via web: https://pendidikanislamyes.wordpress.com

Pelaksanaan Lomba : Sabtu, 11 Mei 2013

  1. Ketentuan Khusus lomba :

1. PESERTA

a. Seluruh kontingen ( Peserta ) mengikuti acara pembukaan dan penutupan.

b. Peserta merupakan perwakilandari SMP di Kabupaten Bogor yang dibuktikan dengan surat keterangandarikepalasekolah.

c. Peserta tiap sekolah tidak lebih dari 1 orang lombaceramah, 1 orang Tahfiz dan 3 orang LCC PAIserta 2 orang (pa dan pi) untuk MTQ.

d. Peserta LCC terdiri dari 3 orang putra/putri/ campuran yang berasal dari satu sekolah

e. Masing-masing kontingen dibimbing oleh 1 orang Guru PAI

f. Peserta harus hadir di tempat pelaksanaan lomba 15 menit sebelum lomba dimulai.

g. Peserta adalah siswa/siswi SMP kelas 7 atau kelas 8 yang dibuktikan dengan poto copy buku laporan pendidikan semester berjalan yang disahkan oleh kepala sekolah.

h. Setiap peserta harus memakai busana muslim/muslimah.

i. Peserta dipanggil tiga kali saat lomba berlangsung berturut-turut tidak hadir maka dianggap mengundurkan diri.

j. Peserta yang menyalahi ketentuan lomba yang ditetapkan kemudian menjadi juara, maka secara otomatis kejuaraannya dibatalkan dan identitas kejuaraan diserahkan kepada juara nomor berikutnya

NO

JENIS LOMBA

PESERTA

PENDAMPING

1

LombaCerdasCermat (LCC) PAI

3 orang (pa/pi) satusekolah

2 Orang GPAI

2

LombaCeramah Islam (LCI)

1 orang (pa/pi)

3

MusabaqahTilawatil Quran (MTQ)

2 orang pa dan pi (sudah dilombakan pada FL2SN)

4

MusabaqahHifzhil Quran (MHQ)

1 orang (pa/pi)

  1. KETENTUAN LOMBA:

a. Cerdas Cermat PAI

1) Mekanisme cerdas cermat dilaksanakan dalam 3 babak:

Ø Babak Penyisihan, diikuti semua regu

Ø Babak Semi Final

Ø Babka final, diikuti oleh oleh 4 regu untuk memperebutkan juara 1, 2 3 dan 4

Ø Sistem pertandingan menggunakan sistem gugur

Ø Juara 1 tingkat Kab. Bogor berhak diajukan untuk menjadi peserta pada bidang LCC di Tingkat ProvinsiJawa Barat

2) Materi yang dilombakan

Ø Sesuai dengan standar isi kurkulum PAI SMP, Permen no 22 tahun 2006

Ø Juz ’Amma mulai surat an-Naas s.d. surat ad-Dhuha) dan ayat-ayat pilihan

Ø Ilmu Tajwid

Ø Pengetahuan umum Agama Islam

3) Aspek yan dinilai

Ø Penilaian dilakukan oleh ahli bidang pendidikan Agama Islam dari Unsur akademik dan praktisi.

Ø Soal dalam satu putaran lomba terdiri dari soal jatah dan soal rebutan

b. Ceramah

1) Lomba Ceramah diselenggarakan dalam 1 babak

2) Peserta lomba merupakan perwakilan dari SMP se-Kabupaten Bogor

3) Tema/ judul ceramah memilih salah satu di antara tema berikut:

Ø Meneladani akhlak Rasulullah

Ø Ciri-ciri orang bertaqwa

Ø Mensyukuri nikmat Allah

Ø Syukur nikmat;

Ø Kufur nikmat;

Ø Sholat sebagai tiang agama;

Ø Kewajiban menuntut/ilmu

Ø Tolong menolong dalam kebaikan

Ø Keutamaan baca al-Quran

Ø Hikmah berpuasa

4) Unsur Penilaian meliputi :

Ø Kesesuaian antara judul dan isi pidato;

Ø Sistematika dan retorika;

Ø Gaya dan mimik

5) Waktu Pidato selama 10 menit

6) Peserta juara 1 berhak diajukan pada lomba Pidato Tingkat ProvinsiJawa Barat

c. Hifdzil Qur’an

1) Peserta lomba terdiri satu orang putra atau putri yang merupakan perwakilan dari setiap SMP se- Kabupaten Bogor

2) Materi Lomba adalah juz ke-30 dari al-Quran (juz ’amma)

3) Unsur Penilaian meliputi :

Ø Tahfidz (Tamamul Qira’ah, Mura’atul Ayat dan Sabqul Lisan), maksimal 50

Ø Tajwid (Makharijul huruf, shifatul huruf, ahkamul mad wal qashr dan ahkamul huruf), maksimal 25

Ø Fashohah dan Adab (ahkamul waqfi wal ibtida, tartil,dan adabut tilawah), maksimal 25

d. Musabaqah Tilawatil Qur’an/ Sudah dilombakan pada FL2SN

1) Peserta lomba terdiri satu orang putra dan satu orang putri yang merupakan perwakilan dari setiap kabupaten/kota di Jawa Barat

a) Cabang Tilawah Al Qur’an, peserta harus membawakan minimal 3 (tiga) macam lagu (Nagham) dengan ketentuan, lagu pertama harus dimulai dengan lagu Bayyati/Huseini yang dibawakan minimal 3 (tiga) tangga nada yaitu : Qarar (suara rendah), jawab (suara sedang), jawabul jawab (suara tinggi) setelah itu baru pindah kepada

2) jenis lagu yang lain dan sebagai lagu Penutup juga harus ditutup dengan Lagu Bayyati/Huseini.

3) Penampilan/pemanggilan peserta berdasarkan dengan nomor yang sudah disediakan oleh panitia dan diatur menurut jadwal dan giliran membaca diundi 30 menit sebelum musabaqah dimulai

  1. PEMBIAYAAN

Setiap kontingen peserta dikenakan biaya Rp 150.000,00

(diserahkan ketika regristrasi)

  1. KETENTUAN LAIN

Ketentuan lain yang masih dianggap perlu diberitahukan kemudian, serta hal-hal lain yang belum jelas dapat ditanyakan kepada panitia (MGMP PAI SMP Kabupaten Bogor ) dan akan kami sampaikan melalui sms dan email

 

Cibinong, 23 April 2013

Ketua MGMP PAI SMP Kab. Bogor

Oleh Ruhyana, M.Ag

NIP. 197310122005011002

Ketua Panitia

Hilman Sofiyan, S.Th.I

Contak Person:

1. Oleh Ruhyana, Bogor ( 08567955143)/ SMPN 1 Megamendung

2. Hilman Sofiyan,S.Th.I (085210507565/02187916910)/ SMP Plus Cinus

3. Syamsul Wardani, S.Pd.I (087870870191)/ SMPN 1 Cariu

Leave a comment

Filed under Uncategorized

SOAL UTS PAI SMP- REMIDIAL-1

DOKUMEN NEGARA

ULANGAN TENGAH SEMESTER GENAP

SMP NEGERI 1 MEGAMENDUNG

TAHUN PELAJARAN 2012/2013

LEMBAR SOAL

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Hari/Tanggal : Senin- Kamis/22-25

Kelas : VII (Tujuh)-Pagi

Waktu :

I. Pilihan Ganda

1. Berikut ini merupakan pembagian dari hukum bacaan mim mati, kecuali

A. Ikhfa safawi

B. Izhar safawi

C. Idgan bigunnah

D. Idgam Mimi

2. Kalimat berikut mengandung hukum bacaan mim mati bertemu mim adalah…

A

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدهُم فِىْ تَضْلِيْل

B

إِيْلاَ فِيْهِم رِحْلةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ

C

وَأامَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

D

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُّ أَخْلَدَ ه

3. Perhatikan tabel hukum bacaan nun mati atau tanwin berikut! Pasangan hukum bacaan yang benar adalah ..

 

Hukum bacaan

Contoh Bacaan

A

Ikhfa

أَلإِنْسَانَ

B

Idgham

أَجْرٌغَيْرُ

C

Iqlab

أَنْقَضَ

D

Izhar

فَانْصَبْ

4. Diantara berikut nama hukum bacaaan nun mati (sukun),kecuali

A. Iqlab

B. Izhar safawi

C. Idgham bilagunnah

D. Ikhfa haqiqi

5. Potongan ayat berikut terdapat hukum bacaan Ikhfa Safawi adalah…

A

فَلَهُمْ أَجْرٌغَيْرُ مَمْنُوْنٍ

B

وَأامَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

C

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَة مِنْ سِجِّيْلٍ

D

وَاَرْسَلَ عَلَيْهِم طَيْرًاابَابِيْلَ

6. Ayat di bawah ini terdapat hukum bacaan

فِيْ عَمَدٍ مُمَدَّدةٍ

A. idzhar halqi

B. ikhfa haqiqi

C. iklab

D. idghom bigunnah

7. Perhatikan ayat ini!

اَلَذيْ جَمَعَ مَالَاً وَّعَدَّدهُ

Hukum bacaan pada ayat tersebut adalah…

A. idghom mutaqoribain

B. idghom bilagunnah

C. idghom bigunnah

D. idghom mimi

Soal untuk Nomor 8 s/d 10.

Perhatikan QS.Al Humazah berikut ini!

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لّمَزَةٍ ـ أَلَّذِى جَمَعَ مَالاً وَّعَدَّدهُ ـ يَحْسَبُ أَنّ مَالَهُّ أَخْلَدَهُ ـ كَلَا لَيُنْبَذَنَّ فِىْ الْحُطَمَةِ ـ وَمَاأَدْرَاكَ مَاالْحُطَمَة ـ نَارُاللهِ الْمُوْقَدَةُ ـ اَلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى الأَفئِدةٍ ـ إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ ـ فِى عَمَدٍ مُمَدّدَةٍ

8. Hukum bacaan Izhar iqlab pada surat tersebut adalah….

A.

1

B.

2

C.

3

D.

4

9. Hukum nun mati atau tanwin pada surat tersebut jika berhenti pada setiap ayat adalah…

A.

3

B.

4

C.

5

D.

6

10. Hukum idgam mimi pada surat tersebut terdapat pada ayat ke…

A.

1

B.

4

C.

8

D.

9

11. Berikut ini tanda-tanda orang beriman kepada malaikat, kecuali

A. Berusaha selalu memperbaiki diri

B. Merasa selalu diawasi oleh malaikat

C. Selalu bersyukur terhadap nikmat yang diterima

D. Melakukan bunuh diri ketika mengalami kegagalan

12. Perhatikan tabel nama malaikat dan tugasnya berikut ini.

No.

Nama Malaikat

Tugas Malaikat

1

Ajrail

Mencabut nyawa

2

Rakib

Mencatat amal buruk

3

Atid

Mencatat amal baik

4

Mikail

Membagikan rezeki

5

Malik

Menjaga neraka

6

Munkar

Menyampaikan wahyu

Pasangan nama malaikat dan tugasnya yang benar adalah…

A

1, 3, dan 5

C

2, 3 dan 6

B

1, 4, dan 5

D

3, 5 dan 6

13. Perhatikan QS. Gafir ayat 15 berikut!

رَفِيْعُ الدَّرَجَاتِ ذُوْالْعَرْشِ يُلْقِى الرُّوْحُ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ

Berdasarkan ayat di atas, malaikat yang dimaksud sesuai dengan kalimat ar-Ruh  adalah…

A.

Ridwan

C.

Israfil

B.

Malik

D.

Jibril

14. Asep tidak pernah cemburu dengan kekayaan yang dimiliki tetangganya, karena ia yakin setiap orang diberikan rezeki yang beragam sesuai dengan usaha dan doanya Hal ini mencerminkan Ia mberiman kepada malaikat yaitu malaikat…

A.

Jibril

C.

Isrofil

B.

Mikail

D.

Ajrail

15. Perhatikan sifat-sifat berikut ini!

1. sombong dan takabur serta menyesatkan

2. selalu tunduk pada perintah Allah

3. membutuhkan makan dan minum

4. sebagian membangkang

5. tidak berjenis kelamin

6. tidak berwujud

Diantara hal tersebut yang menunjukkan sifat malaikat adalah…

A.

1, 2 dan 3

C.

2, 4 dan 6

B.

1, 3 dan 5

D.

2, 5 dan 6

16. Diantara hal berikut sikap yang mencerminkan beriman kepada malaikat, kecuali

A. takut dengan kemiskinan

B. selalu berbuat baik

C. menjauhi maksiat

D. Selalu bersyukur

17. Diantara hal berikut menunjukkan bukti adanya malaikat yang dapat disaksikan oleh manusia adalah…

A. adanya surga dan neraka

B. malaikat menyerupai kuda terbang

C. adanya al-quran sebagai firman Allah

D. manusia ditanya di alam kubur

18. Perhatikan QS. Al Anbiya: 20 berikut!

يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَلَايَفْتُرُوْنَ

Berdasarkan ayat tersebut sifat yang dimiliki para malaikat adalah…

A. Selalu takut dan taat kepada Allah

B. Tidak pernah melakukan maksiat

C. Tidak pernah makan dan minum

D. selalu betasbih siang maupun malam

19. Diantara hal berikut  dilakukan iblis dan syetan kepada manusia, kecuali

A. mengajak manusia menjadi ahli neraka

B. mengajak kebaikan dan mencegah kehajatan

C. takabur dan sombong karena diciptakan dari api

D. menggoda manusia selama hidup di dunia

20. Salah satu perbedaan antara malaikat dan jin adalah…

A. semua malaikat taat kepada Allah, sedangkan jin hanya sebagian yang taat

B. malaikat memiliki sayap, sedangkan jin memiliki sayap dan ekor dan tanduk

C. malaikat diciptakan dari cahaya, sedangkan jin diciptakan dari tanah

D. malaikat jumlahnya hanya sepuluh, sedangkan jin berjumlah ribuan

21. Tahan uji dan tidak mudah putus asa dalam berusaha dan meraih cita-cita merupakan sikap…

A

Teliti

C

Ulet

B

Kerja keras

D

Tekun

22. Seorang pekerja keras tidak akan bekerja secara…

A

Sungguh-sungguh

C

Serius

B

Bersemangat

D

Asal-asalan

23. Rafli beberapa kali mengalami kegagalan dalam tes untuk mendapat beasiswa agar dapat terus melanjutkan sekolahnya , tetapi ia terus mencoba hingga akhirnya ia berhasil pada tes yang ketujuh kalinya. Usaha Rudi mencerminkan….

A

Teliti

C.

Ulet

B.

Tekun

D.

kerja keras

24. Pernyataan berikut menunjukkan sikap kerja keras adalah….

A. memperoleh uang hasil berjudi

B. Belajar dengan sungguh-sungguh

C. bersedih ketika terkena musibah

D. bersyukur setelah menerima nikmat

25. Kerja keras akan bernilai ibadah jika dilakukan dengan alasan…

A. ada unsur pamrih

B. dipenuhi keikhlasan

C. mendapat dorongan orang lain

D. untuk mencapai tujuan

26. Perhatikan perilaku berikut!

1) ceroboh dalam segala hal

2) membiasakan rapih dan teratur

3) mudah dipengaruhi orang lain

4) selalu melakukan chek and re-chek

5) menyenangi keteraturan dan ketertiban

Diantara sikap tersebut yang menunjukkan sikap teliti adalah…

A

1, 2 dan 3

C

2, 4 dan 5

B

1, 3 dan 5

D

3, 4 dan 5

27. Perhatikan Hadits berikut ini!

خُدْ مِنْ صِحَتَكَ لِنَفْسِكَ وَ مِنْ حَيَا تِكَ لِمَوْ تِكَ

Berdasarkan hadits tersebut, maka sikap kita adalah…

A. memperbanyak zikir setelah shalat

B. selalu memanfaatkan waktu

C. mencari karunia allah dan selalu berzikir

D. memperbanyak doa tanpa dibarengi usaha

28. Berdasarkan arti sebuah hadis,” Bekerjalah kamu untuk duniamu seakan-akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu…”. Kalimat lanjutannya adalah…

A. untuk bekal jalan ke surga nanti

B. untuk melindungimu dari api neraka

C. seolah-seolah kamu akan mati besok

D. seolah-olah kamu akan hidup abadi

29. Perhatikan QS. Ar-Ra’du ayat 11 berikut!

إِنَّ اللهَ لَايُغَيِّرُمَابِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوامَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya,”Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri”

Maka sikap yang relevan dengan ayat di atas adalah…

A. Allah menentukan nasib manusia

B. nasib manusia ditentukan oleh orang lain

C. nasib suatu kaum ditentukan oleh manusianya

D. manusia sangat ditentukan oleh dirinya sendiri

30. Perhatikan QS. Yusuf : 87 berikut!

وَلاَتَايْءسُوْا مِنْ رَوحِ اللهِ ـ إِنَهُّ لاَ ياَيْءسُ مِنْ رَوْحِ اللهِ إلاَالْقَوْمُ الْكَافِرُوْنَ

Inti kandungan dari ayat di atas adalah…

A. mudah putus asa sifat orang kafir

B. bekerjalah sekemampuan manusia

C. cepat menyerah adalah perbuatan dosa

D. Allah memberikan beban sesuai kemampuan

II. URAIAN

31. Perhatikan QS. Al Fiil berikut!

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍ ـ وَاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أبَابِيْل

Tuliskan nama hukum bacaan nun mati/ tanwin dan mim mati yang digarisbawahi pada ayat tersebut sesuai dengan urutan ayatnya!

32. Sebutkan 3 ciri idgam bilagunnah!

33. Tulisan 3 perbedaan antara manusia dengan malaikat!

34. Tuliskan 3 alasan mengapa kita harus bekerja untuk dunia dan akhirat!

35. Tuliskan 3 perilaku yang mencerminkan sikap tekun!

Catatan:

Jawaban ditulis dalam kertas selembar dilengkapi nama dan kelas. LJK dikumpulkan pada hari Jumat, Tanggal 29 April 2013, atau bisa dikirim via email ke: olehruhyana@yahoo.co.id

Leave a comment

Filed under SOAL UTS PAI SMP KELAS 7-REMIDIAL 1, UTS PAI SMP 7

Bedah Kurikulum PAI SMP Tahun 2013

Purwakarta Jawa Barat 2013

CIMG3107

Kurikulum 2013 yang menurut Pemerintah dalam hal ini Kemdikbudnas akan diberlakukan pada tahun ajaran baru 2013, tepatnya pada bulan Juli 2013 untuk kelas 1, dan 4 SD, kelas 7 SMP dan kelas X SMA/SMK, yang sampai saat ini masih kuat penolakan di kalangan praktisi, DPR, masyarakat pengguna, LSM dan sebagainya. Akan tetapi di kalangan praktisi pendidik ini menjadi sebuah tantangan baru untuk mengetahui lebih dalam secara analisis praktis dan filosifisnya, serta target apa yang akan dicapai dalam kurikulum 2013 ini.

Prokontra dalam suatu perubahan  sok pasti ada dan kuat, karena setiap orang atau organisasi akan berangkat dari apa yang menjadi pengalaman selama ini. Perubahan dalam bidang pendidikan sebagai salah satu bagian dari ilmu sosial, merupakan hal yang pasti ada, namun perubahan tersebut jika sudah berada di kalangan politisi akan menjadi opnini publik yang prokontra seperti komoditas politik. Namun segala yang terjadi dengan perubahan kurikulum 2013 ini yang menurut pengakuan Kemendikbud sudah dilakukan uji publik dan tinggal memunggu ketok palu di DPR, masih menyisakan berbagai hal yang perlu dikritisi bersama, sehingga para pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam ( MGMP PAI SMP) Kabupaten -Kota Se Jawa Barat yang diprakarsai MGMP PAI SMP Provinsi Jawa Barat  mengadakan bedah persefektif Kurikulum Pendidikan Agama Islam SMP Tahun 2013 dengan mendatangkan nara sumber dari Puskurbuk Litbang Kemendikbud Dr. Bukhari Ismail dan Peneliti pendidikan Agama Islam sekaligus Praktisi di Perguruan Tinggi, Dr. Asep Nursobah (Dosen UIN SGD Bandung).

CIMG3117

Sementara peserta yang diundang dalam seminar bedah kurikulum  PAI SMP 2013 ini adalah para ketua dan sekretaris MGMP PAI SMP Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, dengan terlebih dahulu mereka mempersiapkan diri dalam analisis terbatas tentang kontens kurikulum PAI SMP 2013, sehingga waktu yang disediakan panitia dianggap masih dirasakan sangat kurang.  Dalam seminar ini terungkaplah kurikulum PAI SMP ini masih dirasakan kekurangan yang harus dibenahi, hal terlepas dari waktu uji publik kurikulum 2013 yang kurang lama dan kurang melibatkan banyak pihak yang terkait  dengan kurikulum, seperti pemangku pendidikan, praktisi guru, LSM pendidikan, stakeholder pendidikan bahkan user pendidikan. Sehingga kekurangan asti dirasakan dan ditemukan di beberapa hal, terutama seperti komptensi Dasar (KD) dan Kompertensi Inti sebagai pengganti dari Standar Kompetensi (SK) yang belum terkoneksi dan terkesan dipaksakan.

Niatan kurikulum 2013 ini pada intinya terintegrasinya ilmu pengetahuan yang dimiliki peserta didik dalam sikap, perilaku dan mental spiritual kehidupan. Aapalagi pendidikan agama Islam sebagai imbas dari pola pendidikan selama ini yang lebih mengutamakan kemampuan berfikir (kognitif) dari pada afektif dan psikomotor anak didik menimbulkan generasi yang memiliki  pengetahuan tetapi secara mental masih dirasakan masih minim. Bagaimana mereka anak didik mengetahui berbohong itu dosa, akan tetapi mencari celah untuk bisa berbohong, bahkan terbiasa berbohong. Hal ini akan membahayakan generaso bangsa dan generasi umat yang sangat berada pada ambang kehancuran mental.

CIMG3122

Menurut analisis Kang Rizal Dalil dari Kota Bogor pada kritikan Kulirikum PAI SMP 2013 adalah pertama, Pada dasarnya, Kurikulum PAI pada KTSP dan Kurikulum 2013 tidak jauh berbeda. Hal ini terlihat jika kita analisis materinya tidak banyak berubah. Namun, hal yang mencolok dan membedakan dari Kurikulum 2013 adanya perubahan istilah Standar Kompetensi (SK) setiap aspek dalam PAI (Al-Qur’an, Aqidah, Akhlaq, Fiqih, SKI) menjadi Kempetensi Inti (KI), yaitu Sikap Keagamaan (KI 1), Sikap Sosial (Afektif [KI 2]), Pengetahuan (Kognitif [KI 3]), dan Penerapan Pengetahuan (Psikomotorik [KI 4]). Perubahan ini sebenarnya merupakan harapan mulia dari pemerintah yang menginginkan PAI tidak hanya berupa teori belaka, tapi mendorong siswa agar memiliki skill dan tentunya berakhlaqul karimah. Hal ini juga cukup terlihat dari ada penambahan kata “Budi Pekerti” dalam nama mata pelajaran PAI, yang walaupun tanpa penambahan kata tersebut juga sebenarnya Agama Islam sudah menjelaskan dan mengajarkan bagaimana setiap orang berbudi pekerti atau Akhlaqul Karimah.

CIMG3120 Selain itu, walaupun guru tidak disibukkan mengurusi hal administrasi pembelajaran karena Silabus dan RPP disediakan dari pusat tapi justru yang dikhawatirkan adalah semakin tidak termotivasinya guru untuk menjadi professional. Padahal tema pengembangan kurikulum 2013 (termasuk untuk guru) adalah “Insan Indonesia yang Produktif, Kreatif, dan Afektif.” Oleh karenanya, agar semangat berkreasi dan berinovasi guru harus didukung dengan memberi kewenangan guru mengadopsi, mengadaptasi, serta mengaplikasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan kondisi para siswa serta sekolah itu sendiri. Misalnya, guru masih diberi kesempatan untuk memodifikasi indikator, RPP, memasukkan berbagai inovasi dalam materi, media, maupun metode pembelajaran, membuat LKS yang diperlukan dalam pembelajaran, dll.

CIMG3126 Kedua, dari segi materi, sebenarnya materi PAI SMP dalam Kurikulum 2013 tidak jauh berbeda dengan KTSP. Namun, ternyata kalau kita anlaisis KI dan KD PAI SMP Kurikulum 2013 ada beberapa yang perlu disempurnakan, di antaranya adalah sbb:

a. Materi Akhlaq tidak diajarkan secara tersendiri, namun tergabung dalam materi Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa akhlaq bukan hanya bersifat teori tapi harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta mempelajari Al-Qur’an bukan hanya sebatas membaca dan menghafal tapi harus diamalkan apa yang terkandung dalam ayat tersebut. Namun, karena tidak ada materi khusus yang membahas tentang Hukum Tajwid maka perlu dimanfaatkan alokasi waktu 1 x 40 menit untuk memberikan materi tambahan seputar Hukum Tajwid dan BTQ.

b. Materi zakat tidak ada, baik dalam KI-KD Kelas VII, VIII, maupun IX. Materi zakat seharusnya diajarkan kepada para siswa karena termasuk bagian integral dari Rukun Islam yang tidak boleh dipisahkan apalagi dihilangkan. Bahkan begitu banyak ayat Al-Qur’an yang menggandengkan kewajiban sholat dengan zakat yang menunjukkan pentingnya kewajiban zakat. Jika alasannya karena materinya terlalu komplek dan susah, maka materi zakat tidaklah terlalu komplek/sulit jika dibandingkan dengan materi-materi dalam pelajaran Matematika atau Fisika dengan hitungan/rumus yang lebih sulit bagi siswa SMP. Adapun penilaian KI 4 nya, guru bisa menggunakan ”Zakat Game” dan daftar/rubrik nilai siswa. Selain itu, alangkah baiknya penyampaian materi zakat ditambah dengan materi tentang Infaq dan Shodaqoh agar menambah wawasan serta membiasakan para siswa untuk berbagi kepada sesama yang bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu mencapai nishob dan haul. Sehingga untuk penilaian KI 1 dan KI 2 (Infaq dan Shodaqoh), guru bisa memanfaatkan data dari hasil pengawasan secara langsung dan Buku Laporan Ibadah Siswa.

CIMG3129

c. Materi ”Sejarah Nabi Muhammad SAW” sebaiknya dibagi dua: Periode Mekah diajarkan di kelas VII semester 1, sedangkan Periode Madinah diajarkan di kelas VII semester 2. Agar lebih menarik siswa, dalam penyampaian materi ini sebaiknya dimanfaatkan media pembelajaran berupa video/DVD ”Ar-Risalah”,

d. Materi ”Khulafaur Rasyidin” sebaiknya disampaikan pada kelas VIII semester 1

Ketiga, Dari segi penilaian, guru dituntut extra kerja keras dalam penilaian karena guru juga harus menilai Sikap Keagamaan (KI 1) dan Afektif (KI 2) secara terukur disamping penilaian aspek Kognitif (KI 3) dan Psikomotorik (KI 4). Yang jadi pertanyaan adalah seperti apa format penilaian KI 1 dan KI 2 yang cukup sulit dan perlu pengawasan yang extra dan secara berkelanjutan? Siapa yang membuat format penilaian, pihak pemerintah atau diserahkan kepada para guru untuk mendesain format penilaian KI 1 dan KI 2?

CIMG3104 Sebagai bahan masukan, untuk penilaian KI 1, guru bisa menggunakan penilaian portofolio, misalnya berupa Buku Laporan Ibadah Siswa. Sedangkan untuk penilaian KI 2, guru bisa menggunakan rubrik/format penilaian yang dibuat khusus untuk menilai afektif siswa saat PBM berlangsung, serta ditambah Buku Catatan Perilaku Siswa. Tapi, lagi-lagi penilaian ini sangat membutuhkan keseriusan, extra pengawasan, dan kerja sama baik dari setiap siswa, guru, maupun orang tua siswa. Sehingga, laporan/format penilaian tersebut bukan hanya formalitas, sekedar diisi dan dikumpulkan tanpa tindak lanjut.

Keempat, Dari segi alokasi waktu, Alhamdulillah, dengan idzin-Nya serta pejuangan para guru PAI, mujahid dakwah yang kemudian direspon oleh pihak pemerintah maka dalam struktur Kurikulum 2013, PAI SMP diajarkan 3 jam pelajaran setiap minggunya. Penambahan jam pelajaran PAI SMP sangat menguntungkan bagi para siswa agar bisa lebih mendalami ajaran Islam yang begitu luas nan penting. Namun, jika para guru PAI masih mengajar dengan cara yang konvensional serta kurang kreatif dan inovatif maka dikhawatirkan PAI dengan 3 jam pelajaran menjadi pelajaran yang dianggap membosankan.

CIMG3128 Oleh karenanya, ghiroh seorang guru sangat penting untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Ketika guru PAI kreatif dan inovatif, mampu menyampaikan pembelajaran dengan berbagai metode dan media pembelajaran yang variatif, efektif, dan bermakna maka diharapkan para siswa mengidolakan mata pelajaran PAI, mencintai gurunya, dan pada akhirnya amat diharapkan mereka mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Ketika tertanam cinta sejati ini tentunya akan menjadi motivator yang kuat bagi para siswa untuk memperdalam serta mengamalkan ajaran Islam tanpa batasan ruang dan waktu. Oleh karena itu, seharusnya setiap guru PAI berusaha menyampaikan PAI kepada para siswa dengan model pembelajaran yang efektif dan bermakna.

Yang menarik di sini, Dr. Asep Nursobah dalam menutup analisis tentang Kurikulum 2013 masih ditemukan beberapa hal yang harus diperbaharui, karena produk tertentu yang menyebutkan dalam iklanya all-new saja hanya tampilan tertentu saja yang mengalami perubahan, sementara yang lainnya masih menggunakan hal yang lama. Begitu pula dengan perubahan kurikulum 2013 ini, walaupun dikatakan baru hasil perubahan dari kurikulum sebelumnya, akan tetapi perubahan tidak serta merta berubah secara drastis. Hasil analisis beberapa orang yang menghasilkan kurikulum tentu akan mengalami kekurangan di sana-sini, apalagi ini hanya buatan manusia yang tidak pernah sempurna, sehingga dibutuhkan kritikan dan masukan dari berbagai elemen masyarakat yang peduli dengan pendidikan, apakah itu MGMP,temuan dalam penelitian ilmiah, praktisi, stakeholder, user pendidikan maupun LSM, serta para pengguna out-put pendidikan.

Untuk itu kami sebagai  organisasi praktisi pendidikan tidak pernah berhenti melakukan kajian dan penelitian tentang pendidikan demi kebaikan pendidikan kita ini. Apa yang bisa dilakukan selama ini jangan pernah membuat puas dengan apa yang kita lakukan dalam perbaikan ke depan. Segala kritikan dan masukan akan lebih kuat jika dipublikasikan dalam sebuah opnini baik di media masa, maupun media yang tersedia.

Bravo, Salam GPAI

Oleh Ruhyana

1 Comment

Filed under Uncategorized

Pendaftaran Calon Pengawas PAI 2013

Bogor, 15 April 2013

Kepada bapak ibu yang berminat untuk menjadi pengawas Pendidikan Agama Islam di sekolah Umum, silahkan merapat ke  Kasi PAIS dii Kantor  Kemenag Kabupaten Bogor ( Cibinong) baik bagi yang PNS yang berasal dari NIP 13  ( Dinas Pendidikan/ Pemda, ataupun 15 , Kemenag). dengan kualifikasi sebagai berikut:

Kualifikasi pengawas PAI TK/ SD, SDLB”

  1. berpendidikan minimum S-1 PAI
  2. Bersertifikat pendidik sebagai guru PAI TK/SD dengan pengalaman kerja mengajar 8 tahun untuk GPAI dan 4 Tahun untuk kepsek.
  3. memiliki pangkat minimum Golongan III c
  4. berusia maksimal 50 tahun
  5. memenuhi kompetensi sebagai pengawas melalui diklat pengawas
  6. lulus seleksi pengawas
  7. telah mengikuti dan lulus pendidikan calon pengawas dan mendapat STTPL

Kualifikasi pengawas PAI SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK/SMKLB:

  1. berpendidikan minimum S-1 PAI diutamakan Magister (S2) pada perguruan tinggi terakreditasi
  2. Bersertifikat pendidik sebagai guru PAI SMP,SMA, SMK  dengan pengalaman kerja mengajar 8 tahun untuk GPAI dan 4 Tahun untuk kepsek.
  3. memiliki pangkat minimum Golongan III c
  4. berusia maksimal 50 tahun
  5. memenuhi kompetensi sebagai pengawas melalui diklat pengawas
  6. lulus seleksi pengawas
  7. telah mengikuti dan lulus pendidikan calon pengawas dan mendapat STTPL

Sementara data yang harus dilengkapi calon peserta pengawas PAI pada sekolah tahun 2013 :

  1. Fotocopy SK Awal/ Akhir yang telah dilegalisir.
  2. Fotocopy Ijazah yang dilegalisir
  3. Fotocopy DP3 2011 dan 2012
  4. Fotocopy KARPEG yang telah dilegalisir
  5. Fotocopy Sertifikat Pendidik di legalisir
  6. Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah atau pengawas
  7. Berkas maksimal diterima di Kasi PAIS  Kemenag tanggal 24 April 2013 dan di provinsi tanggal 26 April 2013.
  8. Kuwota untuk kabupaten Bogor sekitar 85 orang

Demikian informasi ini berasal dari sumber yang valid Kasi PAIS Kemenag Kabupaten Bogor. Bagi yang berkernan segera berkoordinasi dengan Kasi PAIS di lt-2 Kantor Kemenag Kabupaten Bogor Kompleks Pemda Cibinong.

Terima kasih,

Oleh Ruhyana, DPD AGPAII Kab. Bogor/ Ketua MGMP PAI SMP Kab. Bogor

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Tantangan Pendidikan Agama Islam di Sekolah

Bogor, 14 April 2013

CIMG2708 Pendidikan agama Islam di sekolah selama ini mengalami tantangan baik dilihat dari sisi internal pendidikan agama Islam itu sendiri atau dari sisi eksternal yang berhubungan dengan pendidikan agama Islam.

Secara internal pendidikan agama Islam memiliki tantangan sebagai berikut:Pertama, PAI kurang bisa mengubah pengetahuan agama yang kognitif menjadi makna dan nilai atau kurang mendorong penjiwaan terhadap nilai-nilai keagamaan yang perlu diinternalisasikan dalam diri peserta didik. Kedua, PAI kurang dapat bekerja sama dan kurang berjalan bersama dengan program non-agama. Ketiga, kurang mempunyam relevansi terhadap perubahan kontekstual sosial budaya. Keempat, PAI lebih banyak menyentuh aspek-aspek metafisika dan bersifat abstrak atau bersipat suprarsional. ( Muhaimin, Rekonstruksi, 2009: 56).

CIMG2789 Sedangkan kendala PAI dari eksternal adalah: Pertama,  Menguatnya pengaruh budaya materialisme, konsumerisme dan hedonisme yang menyebabkan terjadinya perubahan life-style masyarakat dan peserta didik pada umumnya. Kedua, Menurunya dedikasi guru PAI yang lebih bersifat transaksional dalam bekerja. Ketiga , Orang tua di rumah mulai kurang memperhatikan pendidikan agama anaknya. Keempat, Semakin menurunnya kontrol sosial masyarakat, Kelima, Orientasi pendidikan semakin materialistis, rasionalis dan dan individualis. ( Muhaimin, Rekonstruksi, 2009: 116). Keenam, Adanya spesifikasi hasil pembelajaran dengan pencapaian indikator dari standar kompetsni dan kompetensi dasar mata pelajaran yang menghasilkan hasil belajar yang dapat diukur (measurable) dan bisa diamati (observable), padahal sikap, perilaku dan mentalitas being religious bersifat on-going proccess atau suatu proses yang berlangsung secara terus menerus yang kadamng-kadang sulit diukur dan diamati. (Muhaimin, Rekonstruksi, 2009: 306).

Dengan tantangan yang datang dari sisi internal dan eksternal, pendidikan agama Islam, maka solusi menurut pandangan kami adalah,

  1. Paradigma pendidikan agama harus lebih menitik beratkan being religius (kepemilikan nilai-nilai agama) pada setiap jiwa, pengetahuan agama (knowing) dan praktik keagamaan (doing) baru sampai di otak manusia, sementara pendidikan agama harus mencapai being Islam di lubuk hati yang paling dalam (qalbu) yang terpancar dalam perilaku sehari-hari seperti trust (amanah), kejujuran, disiplin, taat, tawadu dan toleran kepada siapapun. Sehingga pendidikan agama di sekolah tidak diarahkan kepada kemampuan menguasai materi pelajaran, akan tetapi lebih melatih kepada pengalaman belajar agama yang dapat dirasakan, dianalisa dan dievaluasi oleh anak-anak didik kita.
  2. Pendidikan agama di sekolah bukanlah tanggung jawab guru agama saja, akan tetapi tanggung jawab kolektivitas warga sekolah, baik kepala sekolah, semua, Tata Usaha, pembantu sekolah dan warga sekitar sekolah. Sehingga pembudayaan keagamaan di sekolah merupakan solusi dalam proses pendidikan (on going process), seperti penanganan anak yang belum bisa baca al-Quran, ritual keagamaan, simbol-simbol keagamaan diterapkan dalam kehidupan sekolah, keterlibatan guru non agama dalam kehidupan beragam sangat diperlukan seperti menjadi imam sholat berjamaah, memberikan pengajian, berdoa secara serempak ketika awal dan akhir pembelajaran. Selain itu, bisa juga dilakukan kontrak kerja antar siswa dalam menegakkan ajaran Islam di sekolah, seperti siapapun yang melanggar ketertiban kelas maka diberikan punishment di antara mereka, sehingga siswa akan lebih malu jika berbeda dengan kawan sekelasnya. itu semua akan membantu terlaksananya program keagamaan di sekolah, karena secara psikologis siswa SMP, SMA, SMK pada umumnya lebih malu dengan kawan-kawan seusianya daripada guru dan lebih mudah terbangun sikap solidaritas di antara mereka.
  3. Pendidikan agama dalam keseharian peserta didik dibawa ke ranah kontekstual mereka, Bagaimana secara realitas keagamaan di masyarakat dengan cara melakukan penelitian, pengamatan sederhana sesuai dengan kemampuan mereka, kemudian dikritisi bersama secara idealitas agama berdasarkan dalil al-quran dan al Hadits bahkan secara pendekatan historis untuk diambil jalan terbaik dalam pandangan mereka yang tidak terlelepas dari nilai-nilai relijusitas Islami.
  4. Pendidikan agama yang lebih banyak bersifat abstak bahkan metafisika yang belum mampu dibaca atau sulit ditrangkap oleh peserta didik dapat diformulasikan dalam bentuk perilaku-perilaku yang nampak bisa teramati dengan baik.Melihat secara kasat mata memang sulit tetapi indikator ke arah metafisik dapat dipahami usia anak-anak, seperti bidang piskologi yang tidak mampu melihat jiwa manusia, akan tetapi indikator kejiwaan seseorang dapat dibaca dalam perilaku, karakter, bahasa tubuh mereka. Dalam bidang agama misalnya indikator ketertarikan terhadap hal-hal yang beruhubungan dengan agama ,respeks, mengkritisi hal-hal yang tidak sesuai dengan agama merupakan indikator ketertarikan akan minat agama. Begitupula dalam indikator cara berpakaian, cara bersikap, berbicara, ketaatan beragama, kejujuran, keadilan merupan beberapa indikator memiliki rasa keberagamaan.
  5. Sedangkan dari sisi eksternal Pendidikan agama Islam solusinya bagaimana membangun opnini yang baik tentang pendidikan agama Islam di kalangan anak didik kita.sebesar apaun kekuatan dari luar jika secara intern PAI sudah ada dalam diri mereka, maka agama akan tetap di hati mereka dan jika tersesat akan segera kembali ke jalan agama. Sebagai beberapa langkah ketika anak didik diterima di sekolah adakan perjanjian dengan orang tua, bahwa mendidik anak bukan utamanya di sekolah akan tetapi menjadi tanggung jawab orang tua, dan masyarakat.
  6. Sementara untuk penguatan strategis PAI di sekolah tidak lepas juga dari kemampuan guru agama dalam melakukan  kerjasama ke luar sekolah, misalnya bekerjasam,a dengan LPTQ, MUI, Bintal, LSM-LSM keagamaan, bahkan beberapa perusahaan di bidang CSR yang dapat dimanfaatkan dalam momentum keagamaan. Coba kita tengok beberapa sekolah non-muslim dimana setiap sekolah terdapat tempat ibadah yang sangat besar dan dipake untuk kegiatan masyarakat, misalnya hampir setiap sekolah Mardiyuana memliki tempat ibadah, sedangkan sekolah-sekolah Islam, atau sekolah-sekolah negeri yang notabene warganya dominan beragama Islam, tidak memiliki tempat ibadah yang mumpuni, kalaupun ada sangat sempit, tidak layak dan berada di pojok bangunan. Jika keslulitan membangun sarana ibadah yang mumpuni, gunakan tempat ibadah milik masyarakat sekitar dengan terlebih dahulu ada MoU antara pihak sekolah dengan masyarakat.
  7. Sementara untuk mengawal kebijakan pendidikan agama dalam sekala masyarakat kecamatan, kabupaten, Provinsi dan nasional perlu guru Agama Islam berada dalam beberapa wadah organisasi yang mampu memberikan pressure dalam kebijakan PAI. di timngkat SD ada KKG, di TK/PAU ada FKG, di SMP, SMA, SMK ada MGMP PAI secara ke dalam, sedangkan ke luar ada PGRI, PGM, AGPAII dan sebagainya. Sehingga oraginisasi inilah yang akan mengawal kebijakan tentang pendidikan. Dalam pendidikan agama telah lahir organisasi AGPAII (Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia) di tingkat nasional, wilayah, Daerah dan Cabang. Semakin kuat organisasi AGPAII maka akan semakin menguatkan peranan Pendidikan Agama Islam di tataran nasional.

Demikian sekelumit tantangan dan beberapa solusi pendidikan agama Islam di sekolah, bagi kawan yang memiliki pengalaman dan solusinya dalam bidang pendidikan agama di sekolah dapat dikirim ke alamat kami : http://agpaikabogor.blogspot,com  atau ke; agpaiikabogor@gmail.com

Syuran Kasiran, Oleh Ruhyana, Salam GPAI

Leave a comment

Filed under Uncategorized

AGPAII KABUPATEN BOGOR

Bogor, 6 April 2013

CIMG1981

Bismillahirahmanirahim

Innalillahi wa Inna Lillahi  Raji’un, Bismillahi Tawakkaltu ‘ala Allah Laa haula walaquwwata illa billaahi ‘aliyyil aziim. Hari ini Kamis ibarat disambar petir di siang bolong, di mana seluruh peserta musda AGPAII Kab. Bogor yang dihadiri perwakilan pengurus dari gpai SD, SMP, SMA, SMK dan PGTKI Kab. Bogor memilih saya yang bernama lengkap Oleh Ruhyana untuk menjadi driver kendaraan AGPAII Kab. Bogor Periode 2013-2018. Ini memang berat dan penuh tantangan, karena selain organisasi ini belum banyak dikenal publik, di kalangan guru pendidikan agama Islam saja belum semua mengenal, apalagi merasakan akibat positif adanya AGPAII ini.

Walaupun tantangan ini sudah berada di depan mata dan pikiran, kami dan jajaran gerbong kereta AGPAII Kab. Bogor harus siap menghadapi tantangan ini dan menatap masa depan pendidikan yang penuh dengan pressure yang luar biasa terutama memarjinalkan pendidikan agama yang ada di negeri ini. Kita sering terlupa basic spiritual agama Islam merupakan modal dasar dalam kehidupan ini. Bagaimana tidak ekonomi dan kekayaan  yang semakin meningkat tidak menyebabkan orang menjadi sejahtera, bahkan tindakan kriminal dan pelanggaran HAM semakin merajalela. Begitula pemahaman agama yang sempit membuat manusia terjerumus dalam lingkup yang menyesatkan. Sehingga sering menjadi opini bahwa agama tidak harus terlibat dalam hal kehidupan, padahal Islam sebagai agama merupakan way of life, semakin jauh dari agama kita akan semakin tersesat dan terjerembab dalam kancah kesesatan dan kekayaan yang menipu.

AGPAII sebagai organisasi yang menaungi kepentingan guru Pendidikan Agama Islam di sekolah baik di PAUD/TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB bertujuan membantu kualitas guru Pendidikan agama Islam  dan membantu advokasi ketika terjadi kasus hukum, serta bagaimana merapatkan kekuatan strategis guru pendidikan agama Islam di kancah pembangunan pendidikan Indonesia.  Organisasi ini bukanlah saingan organisasi guru independent yang telah lahir sebelumnya, akan tetapi organisasi yang melengkapi kemampuan strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional dalam membangun masyarakat indonesia yang bertakwa, berdaya dan berbudaya.

Beberapa target AGPAII dalam waktu dekat ini adalah bagaimana membangun opini guru pendidikan agama Islam di sekolah merupakan tokoh utama dalam pembangunan mental spiritual bangsa ini dalam membangun Indonesia dalam bidang pendidikan, Selain itu membantu nasib GPAI (guru Pendidikan Agam Islam ) dalam karir dan posisi strategis dalam berkarya baik melalui peningkatan kualitas ke dalam GPAI maupun kekuatan strategis kerjasama win-win solution yang dapat meningkatkan kesejahteraan GPAI.

Ini hanya beberapa tantangan yang bisa dirasakan di kalangan GPAI, belum lagi tantangan yang selalu datang, semoga tantangan ini akan menjadi pressure bagi kami untuk merapatkan barisan dan menghimpun kekuatan dalam membawa organisasi mencapai tujuan bersama, sehingga orang-orang di luar AGPAII merasakan dampak positif yang berarti dengan adanya organisasi AGPAII ini.

Salam GPAI

Leave a comment

Filed under Uncategorized