Category Archives: kurikulum 2013 pai smp

Kurikulum 2013: Penilaian Otentik

Bogor, 20 Januari 2013

CIMG0745

A. Pengertian Penilaian Otentik:

Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Assessment merupakan sinonim dari penilaian atau evaluasi. Sedangkan  autentik merupakan sinonim dari asli, nyata, valid, atau reliabel. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah.

B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013

Diantara beberapa kelebihan penilaian otentik dalam penerapan kurikulum 2013 antara lain:

CIMG0754 1.Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.

2.Penilaian tersebut mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain.

CIMG0762 3.Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih autentik.

4.Penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai.

5.Penilaian autentik sering dikontradiksikan dengan penilaian yang menggunakan standar tes berbasis norma, pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, atau membuat jawaban singkat.

6.Tentu saja, pola penilaian seperti ini tidak diantikan dalam proses pembelajaran, karena memang lazim digunakan dan memperoleh legitimasi secara akademik.

7.Penilaian autentik dapat dibuat oleh guru sendiri, guru secara tim, atau guru bekerja sama dengan peserta didik.

CIMG1353 Dalam penilaian autentik, seringkali pelibatan siswa sangat penting. Asumsinya, peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar lebih baik ketika mereka tahu bagaimana akan dinilai.

9.Peserta didik diminta untuk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi.

10.Pada penilaian autentik guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, kajian keilmuan, dan pengalaman yang diperoleh dari luar sekolah.

CIMG1907 11.Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta keterampilan belajar.

12.Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja.

13.Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus mereka lakukan.

14.Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek.CIMG0638

15.Penilaian autentik harus mampu menggambarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan apa yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar, dan sebagainya.

16.Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remedial harus dilakukan.

C. Penilaian dan Autentik dan Pembelajaran Autentik

CIMG0012 Penilaian autentik mengharuskan pembelajaran yang autentik pula. Menurut Ormiston, belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang diperlukan dalam kenyataannya di luar sekolah. Penilaian autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian. Pertama, pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan seperti kesuksesan di tempat kerja. Kedua, penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang kompleks. Ketiga, analisis proses yang digunakan untuk menghasilkan respon peserta didik atas perolehan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang ada.

praktek solat 12 4.Penilaian autentik akan bermakna bagi guru untuk menentukan cara-cara terbaik agar semua siswa dapat mencapai hasil akhir, meski dengan satuan waktu yang berbeda.

5.Konstruksi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dicapai melalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telah memainkan peran aktif dan kreatif.

6.Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat bermakna bagi perkembangan pribadi mereka.

7.Dalam pembelajaran autentik, peserta didik diminta mengumpulkan informasi dengan pendekatan scientific, memahami aneka fenomena atau gejala dan hubungannya satu sama lain secara mendalam, serta mengaitkan apa yang dipelajari dengan dunia nyata yang ada di luar sekolah.

CIMG0330 8.Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi. Peserta didik pun tahu apa yang mereka ingin pelajari, memiliki parameter waktu yang fleksibel, dan bertanggungjawab untuk tetap pada tugas.

9. Penilaian autentik pun mendorong peserta didik mengkonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis, mensintesis, menafsirkan, menjelaskan, dan mengevaluasi informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan baru.

CIMG0360 Pada pembelajaran autentik, guru harus menjadi “guru autentik.” Peran guru bukan hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada penilaian. Untuk bisa melaksanakan pembelajaran autentik, guru harus memenuhi kriteria tertentu: Mengetahui bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan peserta didik serta desain pembelajaran. Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan mereka sebelumnya dengan cara mengajukan pertanyaan dan menyediakan sumber daya memadai bagi peserta didik untuk melakukan akuisisi pengetahuan. Menjadi pengasuh proses pembelajaran, melihat informasi baru, dan mengasimilasikan pemahaman peserta didik..Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar peserta didik dapat diperluas dengan menimba pengalaman dari dunia di luar tembok sekolah.

Jenis-jenis Penilaian Autentik

1.Penilaian Kinerja

2.Penilaian Proyek

3.Penilaian Portofolio

4.Penilaian Tertulis

Demikian baru sebagian tentang penilaian otentik yang saya ketahui, semoga bermanfaat.

Oleh Ruhyana

Leave a comment

Filed under autentik, kurikulum 2013, kurikulum 2013 pai smp, pendidikan agama islam smp, penilaian autentik, penilaian otentik

KURIKULUM 2013: PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) dan BUDI PEKERTI SMP

Bogor, 15 Maret 2013

Kurikulum 2013 yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru pada mulai tahun 2013 pada kelas 1, 4 SD, kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA/SMK dengan rincian 4 Jam pelajaran di SD, dan 3 Jam Pelajaran pada SMP, SMA dan SMK.

Ini satu tantangan baru bagi guru Pendidikan Agama Islam yang sudah lama mengajar untuk mampu beradaptasi dengan kurikulum 2013, di mana kurikulum 2013 dirancang dengan integrasi antara satu materi dengan materi yang lain dengan langsung mengatur kepada kemampuan kognitif (pemahaman), afektif (perasaan) dan kognitif (pelatihan/praktik) dalam menjalankan materi pelajaran yang dirancang sedemikian rupa.

Perbedaan dari subsatansi pelajaran pendidikan agama Islam dari Standar Kompetensi (SK) berubah menjadi Kompetensi Inti (KI) sedangakan Kompetensi Dasar  (KD) seagai pecahan dari SK tidak mengalami perubahan.  berikut ini Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI ) pada SMP .

Kelas VII:

CIMG2744

CIMG2745

KELAS VIII:

CIMG2746

CIMG2747

Kelas IX:

CIMG2748

CIMG2749 

Bagi yang merasa kurang jelas dengan bentuk foto ini, silahkan kirim email ke: olehruhyana@yahoo.co.id, atau mgmppaismpkabogor@gmail.com

Mohon berikan komentarnya. terimaksih, Wassalam

Leave a comment

Filed under kurikulum 2013 pai smp